Belajar, Bertindak, Bermanfaat, Bersenang senang

36. Hukum PASTI Sirothol Mustaqim

Allah sebagai dzat yang membuat ketetapan (tidak berubah) secara adil hukum sebab akibat.
Manusia yang mengikuti hukum sebab akibat yang diturunkan oleh Allah akan mendapatkan hasil pasti dari apa yang Allah janjikan

Sebab dasar :
Cahaya 
“Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dengan nama-nama mereka ada tirai penghalang dari-Nya. Adapun di atas jembatan Allah memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan orang munafiq. Bila mereka telah berada di tengah jembatan, 
Allah-pun segera merampas cahaya orang-orang munafiq. 
Mereka menyeru kepada orang-orang beriman: 
”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kamu.” 
(QS Al-Hadid ayat 13) 

Dan berdoalah orang-orang beriman: ”Ya Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami.”
(QS At-Tahrim ayat 8) 
Ketika itulah setiap orang tidak akan ingat orang lain.”
(HR. Thabrani 11079)

Sholat 5 waktu berjamaah 
(terutama Shubuh dan Isya)
“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid-masjid dalam kegelapan dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.”
(HR. Ibnu Majah 773)
“Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, 
dalam penglihatanku, 
dalam pendengaranku, 
di sebelah kananku, 
di sebelah kiriku, 
di sebelah atasku, 
di sebelah bawahku, 
di depanku, 
di belakangku 
dan jadikanlah aku bercahaya.”
(HR. Bukhari 5841)

Shalat adalah cahaya.
 (HR. Muslim no. 223)

Wudhu adalah cahaya

Dari Nu’aim Al Mujmir, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya disebabkan bekas wudhu,
barangsiapa di antara kalian bisa memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan.”
(HR. Al Bukhari, No: 136 dan Muslim, No: 246)

Allah sebagai pemberi cahaya kepada orang mukmin.
Wudhu dan sholat berjamaah sebagai tindakan untuk mendapatkan cahaya.
Dan hasilnya akan tercatat sebagai mukmin yang cahayanya pasti disempurnakan Allah saat berjalan dijembatan sirathal mustaqim

Artikel ini harus ditempatkan adil sesuai pada tempatnya.
Yaitu untuk memotivasi diri saya sendiri. Bukan untuk merasa lebih suci dari orang lain.

Sholat berjamaah 5 waktu berarti menempatkan diri sendiri dihadapan Alloh sebagai hamba yang berusaha mensucikan diri yang kotor dan hamba yang berharap (dengan bertindak) agar tercatat sebagai orang mukmin sehingga diberikan janji pasti dari Allah yang memberikan cahaya yang sempurna kepada orang mukmin saat meniti atau berjalan di jembatan sirothol mustaqim.
Share:

Total Pageviews

Blog ini Disponsori Oleh :

Artikel Terbaru

Banyak Dibaca Minggu Ini